Penulisan Lafazh "JazaakAllaah Khairan"

Perbuatan baik yang dilakukan oleh orang lain kepada kita sudah sepantasnya kita balas dengan yang sebanding, kalau kita tidak bisa membalas dengan pemberian maka minimal kita mengucapkan ucapan yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu,
جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا

Dibaca “jazakallahu khairan” atau bila di perinci panjang pendeknya ditulis, “JazaakAllaahu Khairan”, yang maknanya adalah “Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang setimpal.”
Kalimat di atas di baca ketika dhomirnya adalah kata ganti ke-2 seorang lelaki tunggal, adapun kalau dhomirnya adalah kata ganti ke-2 perempuan tunggal maka kalimatnya di rubah menjadi,
جَزَاكِ اللهُ خَيْرًا

Artinya sama, hanya kalimat ini ditujukan untuk perempuan tunggal. (Silakan lihat kembali pada pelajaran dhomir.

Kalau kata gantinya adalah jamak, maka dirubah menjadi,
جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا

Dan seterusnya…
Jadi, penulisan sebagian ikhwah yang menuliskannya dengan tulisan “jazakallah” saja, adalah kurang tepat, maksud dari jazakallah di atas adalah apa? Semoga Allah membalas dengan kebaikan atau dengan keburukan?, maka menyebutkan kalimat yang Rasulullah ajarkan adalah lebih baik, “jazakallahu khairan, jazahullahu khairan, jazakumullahu khairan dst…. sesuai konteksnya.”
Semoga bermanfaat…

Kami tunggu komentarnya…
by badaronline

TATA BAHASA ARAB : Kata Benda Tunggal

اِسم Ismi (kata benda/noun)

1. مَعْرِفَة Definite (Ma'rifah)  & نَكِرَة Indefinite (Nakirah)

a. نَكِرَة Nakirah: Indefinite (sembarang)

Aturan: diakhiri dengan tanwin  ًٌٍ  (fathah tain, kasroh tain, Dhomah tain)
Contoh:
A house    sebuah rumah baitun   بيتًٌٍ
A pen sebuah pena qalamun  قلمًٌٍ
A book sebuah buku kitaabun   كتابًٌٍ

b. مَعْرِفَة Ma’rifah: Definite (tertentu/spesifik)

Aturan: diawali dengan  ال al (alif lam), diakhiri dengan bukan tanwin (fathah/kasrah/dhammah tergantung struktur kalimat)
Contoh:
The house buku tersebut al baiti/u/a   البيتَُِ
Di awal kalimat: The pen pena tersebut al qalamu القلمُ
Catatan: 
Pembacaan al tergantung dengan huruf kata-katanya, lebur apabila bertemu dengan اَلْحُرُوفُ الشَّمْسِيَّةُ ash-shams/huruf matahari ( 14 huruf:  ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن  ), tidak lebur apabila bertemu dengan اَلْحُرُوفُ  الْقَمَرِيَّةُ huruf al-qamar/bulan (14 huruf: أ ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و ه ي).


2. Gender

a. Feminin/F/مُؤَنَّث

Manusia perempuan atau makhluk/benda lain dengan ciri-ciri diakhiri dengan  ة (ta’ marbutoh).Ada perkecualian-perkecualian yang meskipun tanpa ة (ta’ marbutoh) dan harus dihafalkan.

b. Maskulin/M/مُذَكَّر

Manusia laki-laki atau makhluk/benda lain dengan  ciri-ciri tanpa  ة (ta’ marbutoh) di akhir kecuali beberapa kata sebagai perkecualian.

3. اِسْم اشاره Ism isyarah/Kata penunjuk (pointing words)

a. Ini

i. M haadzaa هَذَا

Contoh:
This is a book. Ini adalah buku. (haadzaa kitaabun)  هَذَا كِتَابٌ

ii. F haadzihi هَذِهِ

Contoh:
This is a watch. Ini adalah arloji. (haadzihi saa’atun)  هَذِهِ  سَاعَةٌ

b. Itu 

i. M dzaalika (diucapkan panjang, tapi penulisannya tanpa mad pada dza) ذَلِكَ

Contoh:
That is a book. Itu adalah buku. (dzaalika kitaabun) ذَلِكَ كِتَابٌ

ii. F tilka  تِلْكَ

Contoh:
That is a watch.  Itu adalah arloji. (tilka saa’atun) تِلْكَ سَاعَةٌ 
 Semoga Bermanfa'at